Pada masa pergerakan kebangsaan, tokoh yang pertama kali memakai istilah “kaum muda” adalah Abdul Rivai (1871-1933), seorang indische arts (dokter Jawa), yang sedang melanjutkan studi kedokteran di Eropa. Sambil belajar, Rivai bekerja sebagai redaksi majalah bergambar, Bintang Hindia, yang terbit di Belanda. Di bawah pimpinannya, majalah ini memopulerkan konsep “kemajuan” dan “kaum muda”. Rivai melihat masyarakat terdiri atas tiga golongan sosial, yaitu orang biasa, bangsawan usul, dan bangsawan pikiran. Hanya bangsawan pikiran yang akan membawa masyarakat ke dunia maju. Bangsawan inilah yang sesungguhnya wakil kaum muda, yang dengan penuh idealisme dan usaha sendiri tampil ke depan. Kaum muda, menurut Rivai, adalah orang yang…